Gustar's posts with tag: bandung
| Start: | Jun 28, '08 3:00p | | Location: | Yogya, yang bukan karta, tapi kepatihan |
b2w mo sosialisasi di k-park jogja kepatihan, taman depan jogja kepatihan sebrang kings plasa hari sabtu jam 3an sore... hadir yaaa...
|  | Solidaritas Independen Bandung ngadain kegiatan nyata 8 Juni 2008 kemarin. Dalam menyikapi kenaikan harga BBM, prinsip DIY dan independen menghasilkan suatu ajakan solusi, bertansportasi tanpa BBM, so ini sedikit foto aja dari kegiatan itu |
|  | Tanggal 25 Mei kemarin kita ngadain lagi bersepeda susur citarum |
| Start: | May 26, '08 7:30p | | Location: | Ultimus, Jl. Lengkong Besar Bandung |
Acara tidak dalam bentuk diskusi melainkan berupa berbagai penyajian pertunjukan yang bertemakan dan bersumber dari buku kumpulan puisi “Jelita Senandung Hidup”, seperti pembacaan puisi, musik perkusi, dramatisasi puisi, dan lain-lain. Para penonton disediakan penganan kecil dan minuman hangat. Pendukung acara: 1. Besti Rahulasmoro 2. Bojes 3. Deni Maung 4. Desti 5. Dian Hardiana 6. Dian Hartati 7. Evi SR 8. Ferry 9. Iwan 10. Kerensa Dewantoro 11. Matdon 12. Mira Dewi Kania 13. Rahmat Jabaril 14. Sang Denai 15. Semi Ikranegara 16. Seli “Cey” 17. Stoe Percussion 18. Udung 19. Widzar Al-giffary 20. Yopie Setia Umbara 21. Yunis Kartika Acara ini atas kerjasama: Lembaga Sastra Pembebasan, Ultimus Bandung, dan Evi SR.
| Start: | May 24, '08 3:00p | | Location: | Taman Ganeca ITB, Bandung |
Penerbit Salamadani Bandung mengundang pembaca untuk menghadiri bedah buku Bicycling For Fun
Kemarin adalah kali pertama Hari Bumi berjalan tanpa ada tulisan dari pak Otto Soemarwoto. Sang Begawan lingkungan memang telah berpulang awal bulan ini. Saya penasaran apa yang pak Otto tulis jika beliau berkesempatan untuk berada di antara kita kemarin. Tulisan beliau tentang pengurangan kerusakan dengan cara mengurangi penggunaan AC, kendaraan bermotor, dan memperbanyak transportasi tanpa polusi (jalan kaki dan bersepeda) secara rutin menghiasi koran lokal pada hari bumi setiap tahunnya. Saya menghabiskan hari bumi kemarin bersama Lingkarhijau, melakukan kampanye ramah bumi (entah kenapa saya lebih suka frasa ini daripada Ramli alias Ramah Lingkungan). Bersama dengan sejuknya udara Bandung di sore hari, thermometer Cikapayang menunjukkan angka 22°C saat itu. Taman eks Pom Bensin Cikapayang sudah penuh oleh rekan-rekan Lingkarhijau. Mereka melakukan orasi di pembatas jalan Dago, sementara beberapa lainnya melakukan performing art.
Ada yang hilang dari aksi tersebut. Aksi tersebut dilakukan di antara beratus kendaraan yang lalu lalang di daerah tersebut. Pada aksi tersebut dilakukan pembagian bibit kepada para pengendara mobil yang berhenti saat lampu stopan menyala merah. Bibit tanaman merupakan simbol dari keinginan untuk memperbaiki keadaan. Yah, memperbaiki bumi yang sudah tidak seimbang ini.
Ironis jika aksi perbaikan bumi itu tidak diikuti dengan aksi promosi pengurangan kerusakan (damage limitation), mematikan mesin kendaraan di saat berhenti di lampu merah lebih mudah dilaksanakan oleh orang kebanyakan. Orang-orang yang mungkin hanya sempat untuk beristirahat di saat diri mereka ada di rumah. Mereka mungkin kekurangan waktu untuk sekedar menanam pohon, atau bahkan tidak mampu untuk menanam pohon. Beberapa dari mereka tidak punya lahan akibat hidup mereka sendiri masih membayar kepada sang ibu kost untuk sekedar tinggal.
Imbauan untuk mematikan mesin sejenak mungkin masih dapat mereka lakukan dengan mudah di tengah himpitan tuntutan hidup. Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor memang masih utopis dengan tingkat kesibukan manusia Bandung dan minim (dan mahal)nya fasilitas transportasi umum. Setidaknya pemborosan bahan bakar dan produksi karbon dioksida dapat dikurangi dengan imbauan mematikan mesin di saat lampu merah, temporer memang, tapi itu satu langkah maju.
| Start: | Apr 3, '08 6:15p | | End: | Apr 3, '08 7:15p | | Location: | Onion Square, Cihampelas Walk |
Obrolan ringan tentang sejarah bioskop di Bandung bersama teman-teman Klab Aleut. Sebelum acara, ada pula nonton bareng gambar idoep (film bisu). Yang diputar tak lain salah satu film dahsyat dari salah satu three big comedian... (silakan pilih dan tebak: Harold Lloyd, Charlie Chaplin, atau Buster Keaton?) Ajang ini tak lain merupakan sebuah talkshow dari rangkaian kegiatan Tatar Ukur Parahyangan yang diadakan Ciwalk.
|  | Setelah ngeboseh di awal Maret 2008. saya mampir ke Paris van Java buat lihat launching buku "Wajah Bandung Tempo Doeloe". Cuma di sana sampai jam 3 sore. |
| Start: | Feb 29, '08 4:00p | | End: | Feb 29, '08 4:30p | | Location: | Trans 7 |
Berita datang di milis tetangga dari dari Om Doddy Trans7, produser Jejak Petualang. ================================================== Dear all, Kalau gak ada urusan penting dan tergesa-gesa atau emergensi, tolong tongkrongin tipi dimanapun, karena pada hari Jumat, 29 Februari, pukul 16.00 di Trans7 akan tayang episode Jejak Petualang yang beda dengan tayangan lainnya... dalam episode bertajuk "Memacu Puncak Adrenalin" kali ini akan beraksi pesepeda2 gokil yang maen di trek ekstrim di Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Pinang, Sebex, Cikole, Ungaran, Batu Malang dan sebagainya....bagaimana orang-orang yg berani dan punya nyali besar ini melibas, trek dengan lompatan-lompatan mautnya ..... mereka adalah orang-orang yang punya hobi bermain dengan bahaya yang berani jatuh, terpelintir, terbanting, ketimpa pedah, keseleo bahkan sampai patah-patah....dan yg edan lagi gak ada kapoknya ! Pada akhirnya, ini hanya sebuah tayangan....aksi ini bukan untuk ditiru kalau tidak layak pedah dan tidak cukup punya skil dan keberanian, selamat menyaksikan !! Salam, SiOrangeBike
|
|